Nasyeed Production Jln. Villa Mulawarman 1 no 3 Banyumanik Semarang Nomer Telp : HP. 0856-9696-8672 / Komuji : Karena Musisi Juga Butuh Ngaji - Nasyid Production ( Modern Islamic Entertainment )

728x90 AdSpace

Latest News

Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 24 Agustus 2016

Komuji : Karena Musisi Juga Butuh Ngaji

Bandung – Hingar bingar dunia para praktisi musik ternyata tidak membuat mereka lupa untuk terus belajar dan mengasah kemampuan, termasuk untuk mendalami ilmu agama. Keinginan untuk terus mengingat tuhan mereka tumpahkan dengan membentuk sebuah perkumpulan yang fokus untuk mengkaji isu-isu seputar agama. Ini seperti yang dilakukan oleh komunitas musisi mengaji (Komuji) yang ada di Bandung. Komunitas yang berdiri sejak 2011 ini adalah rumah bagi para musisi untuk belajar mengerti pesan-pesan ilahi. Komunitas ini berfungsi pula sebagai gerbang yang menghubungkan antara musisi yang muta’alim (pencari ilmu) dengan para ‘aliman (pemilik ilmu). Di komunitas ini para musisi tidak lagi merasa canggung atau sungkan untuk belajar agama, karena mereka membaur dengan orang-orang yang memiliki minat dan profesi yang sama.

keterangan: salah satu kegiatan rutin Komuji, Cafe Sufi. belajar agama sambil menyalurkan minat yang sama, musik.
Lahirnya komuji juga merupakan jawaban dari fenomena sosial, khususnya di perkotaan, di mana keinginan masyarakat untuk belajar agama meningkat tajam namun tidak diiringi dengan kondisi dan situasi yang memadai. Masyarakat perkotaan lebih sering menggunakan internet sebagai sumber utama dalam memahami agama, padahal tidak semua yang ada di internet dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Keresahan inilah yang kemudian mendorong beberapa musisi di Bandung untuk segera membuat sebuah wadah yang memberi ruang bagi mereka untuk belajar agama langsung kepada ahlinya, termasuk untuk berdiskusi dengan para ahli agama, sehingga mereka dapat yakin terhadap informasi yang diterima.

Komuji pun menghadirkan para ustadz untuk memberi pengajaran sekaligus teman diskusi terkait ilmu-ilmu agama. para ustadz ini terbagi menjadi dua, ustadz tetap (yang mereka sebut ustadz jaga) dan ustadz tamu yang dihadirkan untuk event-event tertentu. Saat ini komuji memiliki dua orang ustadz jaga, yakni KH. Dang Fathurrahman (Kang Dang) dan Ust. Yajid Kalam (Kang Yajid). Sementara untuk ustadz tamu, mereka biasa menghadirkan beberapa ustadz kondang, seperti Ust. H. Fahri dan Ust. Dasuki.

keterangan: The Haromain (Bengbeng PAS band dan Iday Ismail A) saat tampil dalam Berandakustik, Juni 2016
Kegiatan diskusi dan kajian seputar agama di komunitas ini dilakukan dengan dua cara, online dan offline. Hal ini tentu dikarenakan kesibukan para anggota komunitas yang sangat beragam, sehingga mereka tidak dapat bertatap muka setiap saat. Meski begitu, kegiatan yang dilakukan secara online ini diatur secara profesional, hal ini terlihat dari penentuan tema dan ‘jam kelas’ yang mereka tentukan. Di grup whatsapp misalnya, mereka mengelola grup dengan dua tema dan jam kelas yang berbeda. Grup pertama adalah Grup Kelas Kajian Dasar, grup ini fokus membahas seputar fikih. Grup ini diasuh langsung oleh Kang Yajid dan hanya buka setiap hari Jumat pukul 20.00 – 23.00.

Grup kedua adalah grup Kajian Tasawuf, di grup yang diasuh langsung oleh Kang Dang ini para anggota Komuji membahas tema-tema seputar akhlak dan tasawuf. Grup ini On setiap hari Selasa pukul 19.00 – 22.00. Selain hanya boleh dibuka sesuai jadwal yang telah disepakati, grup-grup ini hanya boleh diisi dengan paparan dari para ustadz jaga dan sesi tanya jawab. Anggota Komuji dilarang menggunakan grup WA ini untuk keperluan lain, semisal sharing info, perkenalan diri, ngobrol bebas, dll. Grup-grup ini hanya boleh digunakan untuk menyimak paparan dari ustadz jaga dan melakukan sesi tanya jawab, di mana yang bertanya adalah anggota grup dan yang menjawab adalah ustadz. Anggota boleh menambahkan jawaban setelah sang ustadz memberi jawaban terlebih dahulu.

Selain dua grup online di atas, Komuji juga membuat grup Silaturahmi yang ditujukan khusus untuk ngobrol santai, saling memperkenalkan diri, sharing informasi, dll. Mereka juga membuat dua grup lain yang membahas masalah agama untuk level advance, yakni grup Bahsul Masa’il dan grup Bahsul Siasah.

Sementara untuk kegiatan offline, Komuji memiliki tiga agenda utama, yakni Rumah Cerah, Bengkel Komuji, dan Music Bless.  Agenda Rumah Cerah ditujukan untuk para anggota yang sudah ingin serius belajar agama secara intensif. Dalam kegiatan Rumah Cerah ini, para anggota akan disuguhi dengan kelas baca qur’an yang dilakukan setiap hari kamis sore (di Sadang Serang, Bandung) dan Kamis malam di Masjid Cihapit, Bandung. Mereka juga akan belajar langsung tentang Kajian Tafsir al Qur’an, Kajian Tauhid, serta Kajian Fiqih.

Anggota Komuji juga belajar agama melalui kegiatan-kegiatan praktek, termasuk melalui berbagai workshop dan seminar, mereka menyebut kegiatan ini dengan nama “Bengkel Komuji”. Kegiatan offline ketiga adalah Music Bless. Program ini dirancang khusus untuk masyarakat awam agar mereka memiliki minat untuk belajar agama. Program ini juga digunakan sebagai pendorong kepada para musisi untuk menggunakan musik sebagai sarana ibadah. Program ini dikemas dengan model edu-tainment (edukasi dan entertainment).

Program Music Bless ini memiliki tiga program turunan, yakni; Café Sufi, berisi kajian dan diskusi agama yang diselingi dengan Music Performance. Program ini dilakukan dengan model road show dari satu café ke café yang lain dan biasanya dilakukan 3-4 bulan sekali. Program kedua adalah Berandakustik, yakni kajian dan diskusi agama yang dilakukan secara lebih intensif dan akrab, hal ini dikarenakan lokasi yang digunakan untuk kegiatan ini adalah beranda rumah. Mereka berpindah dari beranda rumah satu ke berandah rumah lainnya. Mereka juga menggunakan moment ini untuk kumpul-kumpul, gogonjrengan (bermain gitar akustik, red) dan ngobrol santai tentang tema agama sambil ngopi dan menikmati gorengan.

Program terakhir adalah Taman Hati, yakni kegiatan pengkajian agama yang dilakukan dari taman ke taman. Pertumbuhan taman-taman kota diakui oleh Komuji memiliki dampak yang positif dan sekaligus negatif. Karenanya, untuk meminimalisir dampak buruk tersebut, Komuji melakukan program Taman Hati yang didesain khusus untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif di taman-taman kota yang ada di Bandung. Dalam program ini, Komuji masih berpatok pada model diskusi, workhsop, hiburan edukasi anak dan musik, serta ditambah dengan kegiatan enterpreneurship yang ditujukan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha para anggota Komuji. Termasuk pula membuka bazzar, sehingga program taman hati sangat cocok untuk digunakan sebagai sarana liburan keluarga sambil belajar agama.

Ditanya terkait inspirasi utama dibalik seabrek program dan kegiatan yang dilakukan Komuji, mereka kompak menyebut sebuah hadist sohih dari Nabi yang berbunyi, “Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang banyak manfaatnya.” Dengan landasan itu mereka berharap agar program-program dan kegiatan yang mereka lakukan selama ini dapat menjadikan mereka manusia yang bermanfaat. Merekapun meniatkan seluruh aktifitas di komuji sebagai sarana beribadah, sehingga apapun yang dilakukan di Komuji didasari oleh keikhlasan dan konsistensi yang tinggi. (mengenalislam.com)


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Komuji : Karena Musisi Juga Butuh Ngaji Description: Komuji : Karena Musisi Juga Butuh Ngaji Rating: 5 Reviewed By: pelangi digital crew
Scroll to Top